Home New Look 2015 INTELECTUAL DISCUSSION HILMI : SOLUSI ISLAM MENGHADAPI COVID 19

INTELECTUAL DISCUSSION HILMI : SOLUSI ISLAM MENGHADAPI COVID 19

21
1

HILMI.ID (12/4/2020) – Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) gelar Intelectual Discussion pada Ahad (4/12/2020) dengan mengangkat tema Solusi Islam Menghadapi Covid 19. Intelectual Discussion kali ini, HILMI menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Ahmad Rusdan, Ph. D. selaku Peneliti Biologi Molekuler di Stemcell and Cancer Institute.

Acara ini diselenggarakan melalui aplikasi teleconference yang dihadiri oleh puluhan peserta intelektual baik itu yang berprofesi sebagai peneliti, dosen maupun mahasiswa sekolah pascasarjana.

Ahmad Rusdan, Ph. D. memaparkan bahwa Islam memiliki solusi komprehensif dalam menghadapi covid 19 ini. Ia memandang bahwa kita perlu memahami qadar terkait wabah ini.

“Memahami qadar wabah dan pertanggungjawaban terhadap pilihan perbuatan untuk mengendalikan wabah” katanya.

Ia pun menyampaikan perlu pengendalian wabah dalam tataran teknis dan ideologis.

“Pengendalian wabah dalam tataran teknis dan ideologis. Dalam tataran teknis perlunya tahapan mitigasi resiko. Adapun tataran ideologis perlu adanya prioritas, pendanaan dan pandangan hidup” ungkapnya.

Adapun dalam tataran solusi individu dan tanggung jawab, ia membagi antara individu, komunitas ulama dan ilmuwan serta tanggung jawab negara.

“Dalam tanggung jawab selaku individu perlu adanya physical distancing dan solidaritas sosial. Adapun tanggung jawab selaku komunitas ulama dan ilmuwan perlu mengkomunikasikan risiko, komunikasi keselarasan agama dan sains, nasehat kebijakan publik dan penyelamatan umat serta agama. Sedangkan tanggung jawab selaku negara atau penguasa perlu adanya pembiayaan sarana dan prasarana pencegahan, perawatan, penyelamatan serta distribusi pemenuhan kebutuhan warga negara” tandasnya.

Setelah memaparkan materinya, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan menanggapi. Setelah selesai sesi diskusi, forum pun ditutup dengan kesimpulan dari narasumber bahwa  saat ini perlunya menselaraskan antara sains dan agama dalam menghadapi covid 19 ini.

 “Dalam menghadapi covid 19 ini, perlu adanya komunikasi antara sains dan agama, kita selama ini memandang berbeda antara sains dan agama. Oleh karena itu, sudah saatnya menselaraskan, karena kalau sains tidak berbasis Islam akan berbahaya. Dengan demikian, orientasi kita selaku intelektual muslim perlu untuk membangun peradaban melalui komunitas yang dapat dipercaya” pungkasnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here