Home Video HILMI Cabang Subang Minta Pemkab Subang Tangani Dampak Korona Sektor Ekonomi

HILMI Cabang Subang Minta Pemkab Subang Tangani Dampak Korona Sektor Ekonomi

12
0

SUBANG, HILMI.ID – Pemkab Subang diminta untuk memperhatikan masyarkat yang terdampak corona, terlebih komunitas masyarkat ekonomi.

Intervensi pemerintah, tidak hanya fokus pada pencegahan penyebaran virus dan penanganan pasien, tapi Pemerintah sudah mulai bergeser memikirkan ke ranah dampak dari mewabahnya corona.

Hal ini terkait dengan maklumat pemerintah yang meminta masyarakat untuk diam di rumah guna mencegah penularan virus corona. Kondisi ini memaksa, pelaku ekonomi, khususnya pedagang kecil harus gulung tikar dan atau menelan kerugian tidak sedikit


Pengamat Ekonomi dari Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia Cabang Subang Gugyh Susandi mengatakan, setidaknya korona akan berdampak pada sektor perekonomian di dua bagian yaitu kelompok masyarakat (konsumen) dan kelompok pedagang kecil (produsen).

“Minimal ada dua yang harus dilakukan pemerintah sehingga aktivitas ekonomi tidak lumpuh. Suport permodalan bagi pedagang dan pastikan stok pangan di masyarakat,” kata Gugyh.

Gugyh menerangkan dampak korona terhadap konsumen melalui dua mekanisme, pertama turunnya daya beli masyarakat karena sisi pendapatan yang berkurang khusus pada sektor ekonomi informal yang bersifat harian dan borongan.

Sektor Ekonomi formal juga secara jangka panjang dalam 3-6 bulan kedepan akan mengalami penurunan pendapatan. Mekanisme kedua, kelompok konsumen akan menghadapi naiknya harga barang atau komoditi.

“Kenaikan harga ini bisa dipicu oleh dua faktor yaitu demand pull inflation (permintaan meningkat akan mendorong harga) khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dan kedua cost push inflation (kenaikan biaya yang tergantung pada bahan baku impor akan menarik harga manjadi naik).

Di satu sisi, corona juga berimbas terhadap Kelompok Produsen atau Pedagang Kecil Tradisional. Dampak korona terhadap produsen bisa melalui dua mekanisme, pertama, produsen sulit mendapatkan pasokan barang karena pasokan terganggu oleh ulah para spekulan.

Kedua, ketika ada barang pun harga pokok produksi (HPP) menjadi naik karena persaingan produsen monopolistik atau oligopolistik.

“Pedagang kecil sulit untuk mencari profit dengan HPP yang tinggi, di saat yang sama konsumen sedang turun daya belinya. Dalam kondisi seperti pedagang dengan kategori besar (para kartel) dan distributor (pemburu rente) yang akan diuntungkan keadaan krisis,” paparnya.

Berita dimuat di tinjahijau.com, 3/4/2020 https://www.tintahijau.com/megapolitan/ekbis/19678-pemkab-subang-diminta-tangani-dampak-korona-sektor-ekonomi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here